Jumat, 25 November 2011

makalah munasabah


MUNASABAH
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
 Ulumul Al-Qur’an


  
Disusun oleh :
Riki Iskandar       1211302093



Program Studi Muamalah
Fakultas Syariah&Hukum
Universitas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati
Bandung
2011
 





BAB I
PENDAHULUAN
Lahirnya pengetahuan tentang teoti munasbah ini tampaknya berawal dari kenyataan sistematika Al-Qur’an sebagimana terdapat dalam Mushaf Usmani sekarang tidak berdasarkan atas fakta kronologis turunnya. Sehbungan dengan ini ulama salaf berbeda pendapat tentang urutan surat di dalam Al-Qur’an. Segolongan dari mereka berpendapat bahwa hal itu didasarkan pada taufiqi dari Nabi Muhammad SAW. golongan lain berpendapat bahwa hal itu didasarkan atas ijtihad para sahabat setelah sepakat dan memastikan bahwa susunan ayat-ayat adalah taufiqi.
Makalah ini hanya menjelaskan tentang Munasabah pada pembelajaran Ulumul Qur’an
Untuk melengkapi data yang diperlukan dalam penyusunan makalah ini, penyusun menggunakan Metode keperpustakaan, yaitu pengambilan data melalui buku-buku,internet dan buku-buku yang berkenaan dengan pembelajaran Ulumul Qur’an.




BAB II
PEMBAHASAN
Menurut pengertian etimologi , menurut As-Suyuthi berarti al musyakalah (keserupaan) dan al-muqarabah (kedekatan).
Menurut pengertian Termologi Munasabah dapat di definisikan sebagai berikut:
Munasabah adalah suatu hal yang dapat di pahami. Tatkala dihadapkan kepada akal,pasti akal akan menerimanya.
Munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat, atau antara ayat pada beberapa ayat atau antar surat di dalam Al-Qur’an.
Munasabah adalah keterikatan ayat-ayat Al-Qur’an sehingga seolah-olah merupakan satu ungkapan yang mempunyai kesatuan makna dan keterikatan dan keteraturan redaksi. Munasabah merupakan ilmu yang sangat agung.
Munasabah adalah suatu ilmu yang mencoba mengetahuialasan-alasan di balik susunan atau urutan bagian-bagian Al-Qur’an,baik ayat dengan ayat atau surat dengan surat.
Jadi di dalam kontek Ulimul Qur’an munasabah berarti menjelaskan korelasi makna antar ayat atau antar surat baik korelasi bersifat umum maupun bersifat khusus.
Menurut As-Suyuti ada beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk menemukan munasabah, yaitu:
Dalam Al-Qur’an sekurang-kurangnya terdapat delapan macam Munasabah yaitu:
Berfungsi menerangkan atau menyempurnakan ungkapan pada surat ssebelumnya. Contoh dalam surat al-Fatihah ayat 1 ada ungkapan alhamdulillah. Ungkapan ini berkorelasi dengan surat al-Baqarah ayat 152 dan 186:
þÎTrãä.øŒ$$sù öNä.öä.øŒr& (#rãà6ô©$#ur Í< Ÿwur Èbrãàÿõ3s? ÇÊÎËÈ  
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
 (Q.S. Al-Baqarah :152)
#sŒÎ)ur y7s9r'y ÏŠ$t6Ïã ÓÍh_tã ÎoTÎ*sù ë=ƒÌs% ( Ü=Å_é& nouqôãyŠ Æí#¤$!$# #sŒÎ) Èb$tãyŠ ( (#qç6ÉftGó¡uŠù=sù Í< (#qãZÏB÷sãø9ur Î1 öNßg¯=yès9 šcrßä©ötƒ ÇÊÑÏÈ  
dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Berkaitan dengan munasabah macam ini, Nasr Abu Zaid menjelaskan bahwa hubugan khusus surat Al-fatihah dengan Surat Al-Baqarah merupakan hubungan stilistika, sedangkan hubungan umumnya lebih berkaitan dengan isi kandungnnya.
Setiap surat mempunyai tema pembicaraan yang menonjol, dan itu tercermin pada nama masing-masing, surat seperti surat
øŒÎ)ur tA$s% 4ÓyqãB ÿ¾ÏmÏBöqs)Ï9 ¨bÎ) ©!$# ôMä.âßDù'tƒ br& (#qçtr2õs? Zots)t/ ( (#þqä9$s% $tRäÏ­Gs?r& #Yrâèd ( tA$s% èŒqããr& «!$$Î/ ÷br& tbqä.r& z`ÏB šúüÎ=Îg»pgø:$# ÇÏÐÈ  
 dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina." mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan Kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil".
Cerita tentang mneyembelih seekor sapi betina, merupakan inti pembicaraanya.yaitu  Allah menyuruh menyembelih sapi ialah supaya hilang rasa penghormatan mereka terhadap sapi yang pernah mereka sembah. Tujuannya surat ini adalah menyangkut supaya tidak termasuk dai orang yang jahil.
Munasabah Antar Bagian Suatu Ayat berbentuk pola munasabah Al-tadhadat (perlawanan) seperti terliahat dalam surat Al-Hadid ayat 4:
uqèd Ï%©!$# t,n=y{ ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur Îû Ïp­GÅ 5Q$­ƒr& §NèO 3uqtGó$# n?tã ĸóyêø9$# 4 ÞOn=÷ètƒ $tB ßkÎ=tƒ Îû ÇÚöF{$# $tBur ßlãøƒs $pk÷]ÏB $tBur ãAÍ\tƒ z`ÏB Ïä!$uK¡¡9$# $tBur ßlã÷ètƒ $pkŽÏù ( uqèdur óOä3yètB tûøïr& $tB öNçGYä. 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=uK÷ès? ׎ÅÁt/ ÇÍÈ  
 Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy[ Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.(Q.S. Al-Hadid:4).
Munasabah Antar Ayat yang Letaknya Berdampingan sering terlihat jelas tetapi serig pula tidak jelas. Munasabah ini menggunakan pola T’kid yaitu apabila salah satu ayat atau bagian ayat memperkuat makna ayat atau bagia ayat yang terletak di sampingnya. Contoh Firman Allah :
ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÊÈ   ßôJysø9$# ¬! Å_Uu šúüÏJn=»yèø9$# ÇËÈ  
 dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S.Al-Fatihah : 1-2).
Dalam surat Al-Baqarah ayat 1-20, Allah memulai penjelasan-Nya tentang kebenran dan Fungsi A-Qur’an bagi orang-orang yang bertaqwa. Dalam kelompok ayat-ayat berikut dibicarakan tiga kelompok manusia dan sifat-sifat mereka berbeda0beda, yaitu mukmin,kafir dan munafik.
Macam munasabah ini mengandung tujuan-tujuan tertentu. Di antaranya adalah ntuk menguatka makna yang terkandung dalam suatu ayat. Misalnya dalam surat Al-Ahzab ayat 25 sebagi berikut :
¨Šuur ª!$# tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. öNÎgÏàøtóÎ/ óOs9 (#qä9$uZtƒ #ZŽöyz 4 s"x.ur ª!$# tûüÏZÏB÷sßJø9$# tA$tFÉ)ø9$# 4 šc%x.ur ª!$# $ƒÈqs% #YƒÍtã ÇËÎÈ  
dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang Keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh Keuntungan apapun. dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. dan adalah Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.
(Q.S Al-Ahzab :25).

Munasabah ini terletak dari sisi kesamaan kondisi yang dihadapi seseorang.
Setiap pembukaan surat akan dijumpai munasabahsengan akhir surat sebelumnya. Misalnya pada permulaan surat Al-Hadiddi mulai dengan Tasbih
yx¬7y ¬! $tB Îû ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ( uqèdur âƒÍyèø9$# ãLìÅ3ptø:$# ÇÊÈ  
 semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Q.S. Al-Hadid:1).
Kegunaan mempelajari ilmu Munasabah dapat di jelaskan sebagai berikut :






BAB III
PENUTUP
Dalam kontek Ulumul Qur’an munasabah berarti menjelaskan korelasi makna antar ayat atau antar surat baik korelasi bersifat umum maupun bersifat khusus.
Munasabah antar Surat dengan Surat yang Sebelumnya, Munasabah antar Nama Surat dan Tujuan Turunnya, Munasabah Antar Bagian Suatu Ayat, Munasabah Antar Ayat yang Letaknya Berdampingan,
Munasabah Antar Sauatu Kelompok Ayat dan Kelompok Ayat di Sampingnya, Munasabah Antar Pemisahdan Isi Ayat, Munasabah Antar Awal surat dengan Akhir Surat yang Sama dan Munasabah Antar Penutup suatu Surat dengan Awal Surat berikunya.












DAFTAR PUSTAKA
Anwar Rosihon, Ulumul Qur’an,CV PUSTAKA SETIA, Bandung,2008
Syamsuddin Hatta,Modul Ulumul Qur’an,Surakarta,2008







BAB I
PENDAHULUAN
Lahirnya pengetahuan tentang teoti munasbah ini tampaknya berawal dari kenyataan sistematika Al-Qur’an sebagimana terdapat dalam Mushaf Usmani sekarang tidak berdasarkan atas fakta kronologis turunnya. Sehbungan dengan ini ulama salaf berbeda pendapat tentang urutan surat di dalam Al-Qur’an. Segolongan dari mereka berpendapat bahwa hal itu didasarkan pada taufiqi dari Nabi Muhammad SAW. golongan lain berpendapat bahwa hal itu didasarkan atas ijtihad para sahabat setelah sepakat dan memastikan bahwa susunan ayat-ayat adalah taufiqi.
Makalah ini hanya menjelaskan tentang Munasabah pada pembelajaran Ulumul Qur’an
Untuk melengkapi data yang diperlukan dalam penyusunan makalah ini, penyusun menggunakan Metode keperpustakaan, yaitu pengambilan data melalui buku-buku,internet dan buku-buku yang berkenaan dengan pembelajaran Ulumul Qur’an.




BAB II
PEMBAHASAN
Menurut pengertian etimologi , menurut As-Suyuthi berarti al musyakalah (keserupaan) dan al-muqarabah (kedekatan).
Menurut pengertian Termologi Munasabah dapat di definisikan sebagai berikut:
Munasabah adalah suatu hal yang dapat di pahami. Tatkala dihadapkan kepada akal,pasti akal akan menerimanya.
Munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat, atau antara ayat pada beberapa ayat atau antar surat di dalam Al-Qur’an.
Munasabah adalah keterikatan ayat-ayat Al-Qur’an sehingga seolah-olah merupakan satu ungkapan yang mempunyai kesatuan makna dan keterikatan dan keteraturan redaksi. Munasabah merupakan ilmu yang sangat agung.
Munasabah adalah suatu ilmu yang mencoba mengetahuialasan-alasan di balik susunan atau urutan bagian-bagian Al-Qur’an,baik ayat dengan ayat atau surat dengan surat.
Jadi di dalam kontek Ulimul Qur’an munasabah berarti menjelaskan korelasi makna antar ayat atau antar surat baik korelasi bersifat umum maupun bersifat khusus.
Menurut As-Suyuti ada beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk menemukan munasabah, yaitu:
Dalam Al-Qur’an sekurang-kurangnya terdapat delapan macam Munasabah yaitu:
Berfungsi menerangkan atau menyempurnakan ungkapan pada surat ssebelumnya. Contoh dalam surat al-Fatihah ayat 1 ada ungkapan alhamdulillah. Ungkapan ini berkorelasi dengan surat al-Baqarah ayat 152 dan 186:
þÎTrãä.øŒ$$sù öNä.öä.øŒr& (#rãà6ô©$#ur Í< Ÿwur Èbrãàÿõ3s? ÇÊÎËÈ  
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
 (Q.S. Al-Baqarah :152)
#sŒÎ)ur y7s9r'y ÏŠ$t6Ïã ÓÍh_tã ÎoTÎ*sù ë=ƒÌs% ( Ü=Å_é& nouqôãyŠ Æí#¤$!$# #sŒÎ) Èb$tãyŠ ( (#qç6ÉftGó¡uŠù=sù Í< (#qãZÏB÷sãø9ur Î1 öNßg¯=yès9 šcrßä©ötƒ ÇÊÑÏÈ  
dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Berkaitan dengan munasabah macam ini, Nasr Abu Zaid menjelaskan bahwa hubugan khusus surat Al-fatihah dengan Surat Al-Baqarah merupakan hubungan stilistika, sedangkan hubungan umumnya lebih berkaitan dengan isi kandungnnya.
Setiap surat mempunyai tema pembicaraan yang menonjol, dan itu tercermin pada nama masing-masing, surat seperti surat
øŒÎ)ur tA$s% 4ÓyqãB ÿ¾ÏmÏBöqs)Ï9 ¨bÎ) ©!$# ôMä.âßDù'tƒ br& (#qçtr2õs? Zots)t/ ( (#þqä9$s% $tRäÏ­Gs?r& #Yrâèd ( tA$s% èŒqããr& «!$$Î/ ÷br& tbqä.r& z`ÏB šúüÎ=Îg»pgø:$# ÇÏÐÈ  
 dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina." mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan Kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil".
Cerita tentang mneyembelih seekor sapi betina, merupakan inti pembicaraanya.yaitu  Allah menyuruh menyembelih sapi ialah supaya hilang rasa penghormatan mereka terhadap sapi yang pernah mereka sembah. Tujuannya surat ini adalah menyangkut supaya tidak termasuk dai orang yang jahil.
Munasabah Antar Bagian Suatu Ayat berbentuk pola munasabah Al-tadhadat (perlawanan) seperti terliahat dalam surat Al-Hadid ayat 4:
uqèd Ï%©!$# t,n=y{ ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur Îû Ïp­GÅ 5Q$­ƒr& §NèO 3uqtGó$# n?tã ĸóyêø9$# 4 ÞOn=÷ètƒ $tB ßkÎ=tƒ Îû ÇÚöF{$# $tBur ßlãøƒs $pk÷]ÏB $tBur ãAÍ\tƒ z`ÏB Ïä!$uK¡¡9$# $tBur ßlã÷ètƒ $pkŽÏù ( uqèdur óOä3yètB tûøïr& $tB öNçGYä. 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=uK÷ès? ׎ÅÁt/ ÇÍÈ  
 Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy[ Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.(Q.S. Al-Hadid:4).
Munasabah Antar Ayat yang Letaknya Berdampingan sering terlihat jelas tetapi serig pula tidak jelas. Munasabah ini menggunakan pola T’kid yaitu apabila salah satu ayat atau bagian ayat memperkuat makna ayat atau bagia ayat yang terletak di sampingnya. Contoh Firman Allah :
ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÊÈ   ßôJysø9$# ¬! Å_Uu šúüÏJn=»yèø9$# ÇËÈ  
 dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S.Al-Fatihah : 1-2).
Dalam surat Al-Baqarah ayat 1-20, Allah memulai penjelasan-Nya tentang kebenran dan Fungsi A-Qur’an bagi orang-orang yang bertaqwa. Dalam kelompok ayat-ayat berikut dibicarakan tiga kelompok manusia dan sifat-sifat mereka berbeda0beda, yaitu mukmin,kafir dan munafik.
Macam munasabah ini mengandung tujuan-tujuan tertentu. Di antaranya adalah ntuk menguatka makna yang terkandung dalam suatu ayat. Misalnya dalam surat Al-Ahzab ayat 25 sebagi berikut :
¨Šuur ª!$# tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. öNÎgÏàøtóÎ/ óOs9 (#qä9$uZtƒ #ZŽöyz 4 s"x.ur ª!$# tûüÏZÏB÷sßJø9$# tA$tFÉ)ø9$# 4 šc%x.ur ª!$# $ƒÈqs% #YƒÍtã ÇËÎÈ  
dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang Keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh Keuntungan apapun. dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. dan adalah Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.
(Q.S Al-Ahzab :25).

Munasabah ini terletak dari sisi kesamaan kondisi yang dihadapi seseorang.
Setiap pembukaan surat akan dijumpai munasabahsengan akhir surat sebelumnya. Misalnya pada permulaan surat Al-Hadiddi mulai dengan Tasbih
yx¬7y ¬! $tB Îû ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ( uqèdur âƒÍyèø9$# ãLìÅ3ptø:$# ÇÊÈ  
 semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Q.S. Al-Hadid:1).
Kegunaan mempelajari ilmu Munasabah dapat di jelaskan sebagai berikut :






BAB III
PENUTUP
Dalam kontek Ulumul Qur’an munasabah berarti menjelaskan korelasi makna antar ayat atau antar surat baik korelasi bersifat umum maupun bersifat khusus.
Munasabah antar Surat dengan Surat yang Sebelumnya, Munasabah antar Nama Surat dan Tujuan Turunnya, Munasabah Antar Bagian Suatu Ayat, Munasabah Antar Ayat yang Letaknya Berdampingan,
Munasabah Antar Sauatu Kelompok Ayat dan Kelompok Ayat di Sampingnya, Munasabah Antar Pemisahdan Isi Ayat, Munasabah Antar Awal surat dengan Akhir Surat yang Sama dan Munasabah Antar Penutup suatu Surat dengan Awal Surat berikunya.












DAFTAR PUSTAKA
Anwar Rosihon, Ulumul Qur’an,CV PUSTAKA SETIA, Bandung,2008
Syamsuddin Hatta,Modul Ulumul Qur’an,Surakarta,2008







Tidak ada komentar:

Posting Komentar